Kejadian 11:6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Coba kita perhatikan Perkataan Tuhan ini sesudah Tuhan melihat kota dan
menara yang didirikan oleh manusia menara Babel. Ini adalah Perkataan yang penuh dengan BERKAT luar biasa ”Apapun yang direncanakan manusia tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana atau dengan kata lain semuanya berhasil. Mari kita renungankan perkataan ini. Alangkah indahnya jika perkataan itu Tuhan sampaikan kepada kita untuk saat ini. Aku yakin orang percaya akan mengalami percepatan tumbuh dalam iman dan pertumbuhan jemaat dengan dahsyatnya. Namun demikain, kenapa justru Tuhan malah mengacaukan rencana manusia itu? Apa salahnya manusia Babel?
Ini pertanyaan yang harus kita cermati, bahwa peristiwa manusia
menara Babel bukan melambangkan ”Kejatuhan manusia karena kesombongan”. karena dasar dari
pendirian menara Babel bukan atas dasar Kesombongan manusia untuk menyamakan Tuhan” tetapi sebuah tindakan alami bagi manusia untuk menunjukan status manusia sebagai makhluk yang
tertinggi diantara makhluk lain, mempertahankan kelompoknya untuk tetap ada dan tidak tercerai berai.
Jika demikian apa salah manusia menara Babel sehingga Tuhan turun dan mengacaukan semua
rencana manusia. kekacauan yang terjadi bukanlah ”kutukan” buat manusia, tetapi sesungguhnya ”berkat” bagi manusia. Tuhan menyadari bahwa pembangunan
menara babel bukan ancaman bagi KekuasaanNya ataupun KedaulatanNya.
Tuhan melihat kedepan manusia akan ”terancam” dengan ”Bom Kesombongan”, artinya ”sebelum Manusia jatuh dalam dosa kesombongan, Tuhan lebih dulu menggagalkan rencana manusia yang sangat indah itu, sebagai bukti KasihNya bagi manusia. Mungkin kita bisa membedakan tindakan Tuhan kepada orang yang ”sudah” jatuh dalam dosa dengan tindakan Tuhan
kepada orang yang ”akan” jatuh dalam dosa. Demikian juga dengan manusia menara Babel. Tuhan mengacaukan rencana manusia bukan karena manusia menara Babel ”sudah” jatuh dalam kesombongan tetapi karena Tuhan tahu apa yang akan terjadi bagi manusia
kedepannya yakni manusia ”akan” jatuh dalam kesombongan selain itu yang paling unik dari tindakan
Tuhan dengan mengacaukan bahasa dan menyerakkan manusia keseluruh muka bumi, maka kemuliaan Allah bisa sampai diseluruh muka bumi. Bayangkan jika manusia menara babel tidak diserakkan oleh Tuhan,
Aku yakin Indonesia dan bangsa2 lain sampai detik ini tidak akan menikmati Berkat Tuhan.
menara yang didirikan oleh manusia menara Babel. Ini adalah Perkataan yang penuh dengan BERKAT luar biasa ”Apapun yang direncanakan manusia tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana atau dengan kata lain semuanya berhasil. Mari kita renungankan perkataan ini. Alangkah indahnya jika perkataan itu Tuhan sampaikan kepada kita untuk saat ini. Aku yakin orang percaya akan mengalami percepatan tumbuh dalam iman dan pertumbuhan jemaat dengan dahsyatnya. Namun demikain, kenapa justru Tuhan malah mengacaukan rencana manusia itu? Apa salahnya manusia Babel?
Ini pertanyaan yang harus kita cermati, bahwa peristiwa manusia
menara Babel bukan melambangkan ”Kejatuhan manusia karena kesombongan”. karena dasar dari
pendirian menara Babel bukan atas dasar Kesombongan manusia untuk menyamakan Tuhan” tetapi sebuah tindakan alami bagi manusia untuk menunjukan status manusia sebagai makhluk yang
tertinggi diantara makhluk lain, mempertahankan kelompoknya untuk tetap ada dan tidak tercerai berai.
Jika demikian apa salah manusia menara Babel sehingga Tuhan turun dan mengacaukan semua
rencana manusia. kekacauan yang terjadi bukanlah ”kutukan” buat manusia, tetapi sesungguhnya ”berkat” bagi manusia. Tuhan menyadari bahwa pembangunan
menara babel bukan ancaman bagi KekuasaanNya ataupun KedaulatanNya.
Tuhan melihat kedepan manusia akan ”terancam” dengan ”Bom Kesombongan”, artinya ”sebelum Manusia jatuh dalam dosa kesombongan, Tuhan lebih dulu menggagalkan rencana manusia yang sangat indah itu, sebagai bukti KasihNya bagi manusia. Mungkin kita bisa membedakan tindakan Tuhan kepada orang yang ”sudah” jatuh dalam dosa dengan tindakan Tuhan
kepada orang yang ”akan” jatuh dalam dosa. Demikian juga dengan manusia menara Babel. Tuhan mengacaukan rencana manusia bukan karena manusia menara Babel ”sudah” jatuh dalam kesombongan tetapi karena Tuhan tahu apa yang akan terjadi bagi manusia
kedepannya yakni manusia ”akan” jatuh dalam kesombongan selain itu yang paling unik dari tindakan
Tuhan dengan mengacaukan bahasa dan menyerakkan manusia keseluruh muka bumi, maka kemuliaan Allah bisa sampai diseluruh muka bumi. Bayangkan jika manusia menara babel tidak diserakkan oleh Tuhan,
Aku yakin Indonesia dan bangsa2 lain sampai detik ini tidak akan menikmati Berkat Tuhan.
Tuhan Memberkati
.jpg)
.jpg)

.jpg)