Yohanes 9:1-3 1
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
”Melihat seorang yang buta sejak lahirnya, reaksi murid2 sama dengan reaksi kebanyakan orang ataupun kita: mencari kambing hitam. mencari-cari kesalahan orang! “
Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
Diantara 2 pilihan jawaban tersebut, tidak ada satupun jawaban yang di pakai Tuhan Yesus untuk menjawab, Justru Tuhan Yesus mengajarkan murid-muridNya bahwa daripada menghakimi cacat yang dialami seseorang dari sudut kutuk turunan atau dosa, lebih baik lihatlah kekurangan fisik seseorang itu dengan cara pandang Allah.
Dalam ayat 3, Tuhan Yesus menjawab "Bukan (dosa) dia dan bukan juga (dosa) ortunya, tetapi karena pekerjaan2 Allah harus dinyatakan di dalam dia"
Ya, orang yg lahir sejak kecil buta atau cacat lainnya, tidak ada soal karena dosa ortunya dahulu, kecuali saat ibunya mengandung bayinya dengan sengaja ingin merusak janinnya,
misal: Saat ibu itu mengandung, dia merokok, mengkomsumsi narkoba atau miras. Jika saat ibu itu mengandung dan sudah merawat janinnya tetapi saat bayi itu lahir ada kekurangan fisik atau mental, itu baru ada rencana Tuhan atas bayi itu supaya pekerjaan2 Tuhan Nyata di dalam dia.
Kali ini saya ajak kalian membaca dan merenungkan kesaksian hidup Grezia Epiphania Surya yang terlahir buta karena matanya tertutup selaput, namun di dalam dirinya ada pekerjaan2 Tuhan yang nyata supaya namaNya di permuliakan.
Grezia Epiphania Surya, adalalah Gadis kecil kelahiran balikpapan-kaltim, 4 Februari 2006 dalam keadaan buta, tetapi keadaannya tidak menghalangi dia untuk melayani Tuhan. Bermain piano dan menyanyi. Dia di vonis tidak bisa melihat seumur hidupnya, akibat selaput yang menutupi matanya. Di tengah keterbatasannya, Tuhan menitipkan Suara Merdu kepadanya untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
Sekilas kita mendengar kesaksian Ny. Yadi (mama grezia), lihat di Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=mMD1HVKSUR4#t=75
Dalam kesaksiannya, ibunda grezia menikah dengan ayahnya grezia yang berlatar belakang dari keyakinan agama seberang. Ny. Yadi terlahir dari kecil menjadi seorang kristen, namun setelah menikah, Ny.Yadi meninggalkan iman Kristen dan mengikuti keyakinan suaminya.
Berkat Kemurahan Hati Tuhan Yesus, Ny.Yadi kembali lagi kepada Tuhan Yesus, dan bukan hanya Ny.Yadi, suaminya dan anak2 mereka di sentuh hatinya oleh Tuhan Yesus untuk mengikuti Tuhan Yesus, dan genaplah nas alkitab:
Kisah Para Rasul 16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Setelah pertobatan Ny.Yadi kembali kepada Tuhan Yesus, kehidupan dia dan keluarganya bukan mulus atau tanpa masalah. Masalah demi masalah dialami mereka, hidup mereka penuh pergumulan. Apalagi pergumulan yang sangat berat dialami ketika kelahiran anak bungsunya yaitu grezia, Kelahiran grezia kelihatan seperti bayi normal, Namun dokter menyatakan bahwa bayi grezia akan mengalami buta seumur hidupnya.
Dari situ Ny.Yadi dan suami, mendapat ujian iman mereka, apakah dalam kondisi seperti ini mereka akan menyangkal Yesus atau memuliakan Nama Yesus? Suaminya berdoa dan bergumul kepada Tuhan, dari situ Tuhan menyampaikan rencana-Nya bagi keluarganya melalui diri grezia, Bapak Yadi teringat akan Firman Tuhan dalam Yohanes 9:1-3, ayat yang saya tulis diatas.
Dan Ny.Yadi dalam kesedihannya, di kuatkan oleh nubuatan hamba Tuhan yang mengatakan bahwa: Grezia akan di pakai Tuhan menjadi pemuji dan penyembah untuk kemuliaan namaNya.
Dan terbukti, nubuatan hamba Tuhan tsb bukan dari mulutnya tetapi ada kuasa Roh Kudus dalam diri Hamba Tuhan tsb, Grezia dalam keterbatasannya, dia bisa memainkan piano dan punya suara yang merdu. Siapa yang mengajarinya? Saya yakin, Roh Kudus yang bekerja di dalam dirinya. Bukan hal mudah bisa mainkan piano bagi kita yang bisa melihat, apalagi bagi orang yang tak bisa melihat seperti grezia.
Lagu "walauku tak dapat melihat" adalah menggambarkan ungkapan pergumulan hatinya grezia, Di dalam kekurangannya, Kuasa Tuhan bekerja luar biasa dalam hidup grezia.
Dalam Gelap dia tak bisa memandang indahnya dunia ciptaan Tuhan, namun grezia tetap memandang Tuhan dalam hatinya. Memang grezia tidak bisa memandang Ciptaan Tuhan, tapi grezia bisa memandang Si Pencipta itu sendiri. Mungkin Grezia tidak mencari mujizatNya, tapi grezia mencari Sang Pencipta Mujizat itu dahulu. Grezia, Teruslah berkarya demi Kemuliaan Nama Tuhan Yesus. Tuhan memberkatimu dan sekeluarga
Walau ku tak dapat melihat.
Ku sadar tak semua, Dapat aku miliki, di dalam Hidupku.
Hatiku percaya RancanganMU bagiku Adalah yang terbaik.
Reff:
Walau ku tak dapat melihat Semua rencanaMU Tuhan
Namun Hatiku tetap Memandang padaMU KAU Tuntun langkahku.
Walau ku tak dapat berharap Atas kenyataan hidupku
Namun hatiku tetap Memandang padaMU
KAU ada untukku.
Lihat videonya:
Grezia feat Jason: https://www.youtube.com/watch?v=PZ7mtGkTtbI
Grezia https://www.youtube.com/watch?v=6PE1S3WOya8
Pesan yang saya sampaikan:
Apapun keterbatasanmu, jangan membatasi Tuhan yang bekerja untuk hidupmu,
Jangan menghakimi kecacatan fisik atau mental seseorang sejak lahir sebagai kutukan dosa orang tuanya, Daripada sibuk menghakimi dosa ortunya, lebih baik pandang kecacatan seseorang itu dengan cara pandang Allah, bahwa ada pekerjaan2 Tuhan yang akan di nyatakan dalam diri orang tersebut. Tuhan bisa pakai siapa pun untuk menjadi alat KemuliaanNya.
*Tuhan Memberkati*
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
”Melihat seorang yang buta sejak lahirnya, reaksi murid2 sama dengan reaksi kebanyakan orang ataupun kita: mencari kambing hitam. mencari-cari kesalahan orang! “
Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
Diantara 2 pilihan jawaban tersebut, tidak ada satupun jawaban yang di pakai Tuhan Yesus untuk menjawab, Justru Tuhan Yesus mengajarkan murid-muridNya bahwa daripada menghakimi cacat yang dialami seseorang dari sudut kutuk turunan atau dosa, lebih baik lihatlah kekurangan fisik seseorang itu dengan cara pandang Allah.
Dalam ayat 3, Tuhan Yesus menjawab "Bukan (dosa) dia dan bukan juga (dosa) ortunya, tetapi karena pekerjaan2 Allah harus dinyatakan di dalam dia"
Ya, orang yg lahir sejak kecil buta atau cacat lainnya, tidak ada soal karena dosa ortunya dahulu, kecuali saat ibunya mengandung bayinya dengan sengaja ingin merusak janinnya,
misal: Saat ibu itu mengandung, dia merokok, mengkomsumsi narkoba atau miras. Jika saat ibu itu mengandung dan sudah merawat janinnya tetapi saat bayi itu lahir ada kekurangan fisik atau mental, itu baru ada rencana Tuhan atas bayi itu supaya pekerjaan2 Tuhan Nyata di dalam dia.
Kali ini saya ajak kalian membaca dan merenungkan kesaksian hidup Grezia Epiphania Surya yang terlahir buta karena matanya tertutup selaput, namun di dalam dirinya ada pekerjaan2 Tuhan yang nyata supaya namaNya di permuliakan.
Grezia Epiphania Surya, adalalah Gadis kecil kelahiran balikpapan-kaltim, 4 Februari 2006 dalam keadaan buta, tetapi keadaannya tidak menghalangi dia untuk melayani Tuhan. Bermain piano dan menyanyi. Dia di vonis tidak bisa melihat seumur hidupnya, akibat selaput yang menutupi matanya. Di tengah keterbatasannya, Tuhan menitipkan Suara Merdu kepadanya untuk memuji dan memuliakan Tuhan.
Sekilas kita mendengar kesaksian Ny. Yadi (mama grezia), lihat di Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=mMD1HVKSUR4#t=75
Dalam kesaksiannya, ibunda grezia menikah dengan ayahnya grezia yang berlatar belakang dari keyakinan agama seberang. Ny. Yadi terlahir dari kecil menjadi seorang kristen, namun setelah menikah, Ny.Yadi meninggalkan iman Kristen dan mengikuti keyakinan suaminya.
Berkat Kemurahan Hati Tuhan Yesus, Ny.Yadi kembali lagi kepada Tuhan Yesus, dan bukan hanya Ny.Yadi, suaminya dan anak2 mereka di sentuh hatinya oleh Tuhan Yesus untuk mengikuti Tuhan Yesus, dan genaplah nas alkitab:
Kisah Para Rasul 16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
Setelah pertobatan Ny.Yadi kembali kepada Tuhan Yesus, kehidupan dia dan keluarganya bukan mulus atau tanpa masalah. Masalah demi masalah dialami mereka, hidup mereka penuh pergumulan. Apalagi pergumulan yang sangat berat dialami ketika kelahiran anak bungsunya yaitu grezia, Kelahiran grezia kelihatan seperti bayi normal, Namun dokter menyatakan bahwa bayi grezia akan mengalami buta seumur hidupnya.
Dari situ Ny.Yadi dan suami, mendapat ujian iman mereka, apakah dalam kondisi seperti ini mereka akan menyangkal Yesus atau memuliakan Nama Yesus? Suaminya berdoa dan bergumul kepada Tuhan, dari situ Tuhan menyampaikan rencana-Nya bagi keluarganya melalui diri grezia, Bapak Yadi teringat akan Firman Tuhan dalam Yohanes 9:1-3, ayat yang saya tulis diatas.
Dan Ny.Yadi dalam kesedihannya, di kuatkan oleh nubuatan hamba Tuhan yang mengatakan bahwa: Grezia akan di pakai Tuhan menjadi pemuji dan penyembah untuk kemuliaan namaNya.
Dan terbukti, nubuatan hamba Tuhan tsb bukan dari mulutnya tetapi ada kuasa Roh Kudus dalam diri Hamba Tuhan tsb, Grezia dalam keterbatasannya, dia bisa memainkan piano dan punya suara yang merdu. Siapa yang mengajarinya? Saya yakin, Roh Kudus yang bekerja di dalam dirinya. Bukan hal mudah bisa mainkan piano bagi kita yang bisa melihat, apalagi bagi orang yang tak bisa melihat seperti grezia.
Lagu "walauku tak dapat melihat" adalah menggambarkan ungkapan pergumulan hatinya grezia, Di dalam kekurangannya, Kuasa Tuhan bekerja luar biasa dalam hidup grezia.
Dalam Gelap dia tak bisa memandang indahnya dunia ciptaan Tuhan, namun grezia tetap memandang Tuhan dalam hatinya. Memang grezia tidak bisa memandang Ciptaan Tuhan, tapi grezia bisa memandang Si Pencipta itu sendiri. Mungkin Grezia tidak mencari mujizatNya, tapi grezia mencari Sang Pencipta Mujizat itu dahulu. Grezia, Teruslah berkarya demi Kemuliaan Nama Tuhan Yesus. Tuhan memberkatimu dan sekeluarga
Walau ku tak dapat melihat.
Ku sadar tak semua, Dapat aku miliki, di dalam Hidupku.
Hatiku percaya RancanganMU bagiku Adalah yang terbaik.
Reff:
Walau ku tak dapat melihat Semua rencanaMU Tuhan
Namun Hatiku tetap Memandang padaMU KAU Tuntun langkahku.
Walau ku tak dapat berharap Atas kenyataan hidupku
Namun hatiku tetap Memandang padaMU
KAU ada untukku.
Lihat videonya:
Grezia feat Jason: https://www.youtube.com/watch?v=PZ7mtGkTtbI
Grezia https://www.youtube.com/watch?v=6PE1S3WOya8
Pesan yang saya sampaikan:
Apapun keterbatasanmu, jangan membatasi Tuhan yang bekerja untuk hidupmu,
Jangan menghakimi kecacatan fisik atau mental seseorang sejak lahir sebagai kutukan dosa orang tuanya, Daripada sibuk menghakimi dosa ortunya, lebih baik pandang kecacatan seseorang itu dengan cara pandang Allah, bahwa ada pekerjaan2 Tuhan yang akan di nyatakan dalam diri orang tersebut. Tuhan bisa pakai siapa pun untuk menjadi alat KemuliaanNya.
*Tuhan Memberkati*
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar