Sabtu, 28 Februari 2015

Kisah Sejarah: Iman Sebiji sesawi dapat Memindahkan Gunung

Muhjizat Iman sebiji sawi Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.Apa yg kalian artikan jika kalian membaca injil ketemu ayat ini, tentu kalian akan anggap ayat ini adalah bahasa perumpamaan Tuhan Yesus. Bahkan pendeta2 dan para hamba Tuhan pun mengartikan ayat ini bahwa Gunung itu artinya Masalah yg besar. Memang dalam alkitab Gunung adalah gambaran sebuah masalah yg besar. Namun ayat ini bukanlah bahasa Teologis atau sekedar bahasa perumpamaan saja, tp Firman Tuhan benar2 terbukti, jika kita Bener2 Yakin dan Firman Tuhan ini tidak akan pernah gagal.Aku ingin mengutip kisah mukjizat besar dr Ayat ini, yang membuktikan pemeliharaan Allah atasgereja2 di mesir.Pada masa pemerintahan al-Iman al-Aziz billah bin al-Mu'izz, kalifah pertama Dinasti Fatimiyah (975-996 Masehi), hiduplah seorang Yahudi bengis bernama Ibn Killis. "Tahukah Anda, hai Raja kaum beriman, "provokator Yahudi itu memulai hasutannya. "Dalam kitab orang Nasrani tertulis bahwa apabila seseorang mempunyai iman sebesar biji sesawi saja ia akan dapat menggerakkan gunung dari tempatnya." Maksudnya, tentu saja ia menghendaki agar kalifah memanggil pemimpin tertinggi orangKristen (Patriakh) untuk membuktikan kebenaran kata2 Injil tersebut.Pada waktu itu, Patriarkh Koptik di Mesir yang dijabat oleh Anba Abram As-Suryani, tidak bisa mengelak dari permintaan raja untuk memohon mukjizat dari Allah. Padahal ayat ini tentu saja tidak boleh dipahami secara harfiah. Tantangan itu sudah mempertaruhkan eksistensi kekristenan di Mesir. Kalau doa Anba Abram tidak dapat mendatangkan keajaiban di hadapan raja itu, kekristenan akan dianggap sekadar kebohongan belaka.Selanjutnya dikisahkan, Patriarkh memerintahkan para rahib dan seluru umat Kristen untuk berdoa dan berpuasa selama tiga hari berturut-turut. Malaikat Tuhan menampakan dirinya dan berkata kepada Patriakh itu “Kamu jangan takut gunung itu pasti akan pindah”, caranya Patriakh tersebut harus mengundang Khalifa tersebut dan menemukan seseorang yang hanya mempunyai satu mata saja yang sedang membawa keranjang air dan Dia orangnya sangat baik dan beriman. Pertanyaannya kenapa harus mencari dan mendapatkan orang buta sebelah tersebut yang selanjutnya sibuta tersebut bernama Sant.Simon, sehingga Gereja Gua Batu ini bernama Sant.Simon: Kisah Simon ini dikenal berhati mulia, mengapa matanya cuma satu, ternyata Sant.Simon menterjemahkan Alkitab secara harafiah : “kalau matamu merusak engkau maka harus dicungkil dari pada tubuh mu masuk neraka”. Menurutnya Ia melakukan dosa, yang mana Dia tukang Sol sepatu dengan tidak sengaja tunduk melihat aurat wanita, akhirnya si Sant. Simon mencungkil satu matanya.Disamping kerja tukang sol sepatu, dia juga membawa keranjang air, bekerja membantu orang miskin, orang lemah untuk distribusi air sungai nil. Karena ia berhati mulia maka ia dipilih Bunda Maria untuk mendampingi Paus Abraham bin Zara untuk saksi mujizat terbesar ini.Selanjutnya hari keempat setelah berpuasa, Abraham bin Zara beserta Sant.Simon membawa Khalifa didaerah pegunungan tersebut, tiba pegunungan tersebut mereka berdoa selama 3 jam dan meneriakan ‘Kyrie Eleison’ ‘Kyrie Eleison’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘Lord, have mercy’ atau ‘Tuhan, kasihanilah kami’ sebanyak 412 kali dan mujizat terjadi pegunungan sebelah Timur itu terangkat dan matahari berada ditengah dasar berpijak, kemudian mereka berdoa terus dan pegunungan timur Mochatam berpindah kesebelah barat dengan jarak 3 kilo meter dari Kota Cairo, dan selanjutnya si Kalifa Almu’as berkata “stop-stop” aku telah melihat bagaimana tangan Tuhan Allah mu yang punya kuasa bekerja...Pada hari yang ditentukan, Anba Abram bersama seluruh umat Kristen pergi menenuhi permintaan kalifah itu. Dan pergi ke bukit yg disebut mokkatam saat ini, sambil berseru: "Kyrie eleison, Kyrie eleison, Kyrie eleison, (Tuhan Kasihilah kami) " begitu seluruh umat Kristen berseru dengan histeris kepada Allah yang Mahatinggi. Dan apakah yang selanjutnya terjadi? "Allahu akbar, Allahu akbar (Allah Mahabesar)"  seru kalifah itu pula, begitu menyaksikan sendiri bukit itu benar2 bergerak pindah kesamping tempatnya semula. "Cukup, ya Patriarkh, semua telah membuktikan kebenaran imanmu." Lalu Orang2 kristen di mesir di ijinkan utk menjalankan kepercayaannya.Menurut beberapa sumber sejarah Mesir, bukit yang bergerak itu sampai hari inidisebut Mokkatam (artinya: "pecah"), karena dahsyatnya muhjizat tersebut.Setelah Kalifa ini melihat mujizat Tuhan maka Ia merasa bahwa pekerjaannya yang Ia geluti selama ini tidak ada artinya dihadapan Tuhan, akhirnya Ia menyerahkan dirinya untuk mengikuti Tuhan, kemudian hari berikutnya dia dibabtis menjadi orang kristen dan namanya berubah menjadi Stefanus.Untuk menghindari protes orang lain maka Stefanus pindah ke padang gurun.Yang menarik adalah kisah ini bukan hanya dicatat oleh sumber2 sejarah Kristen saja, melainkan diabadikan pula oleh seorang pengarang Muslim, Abu Salih al-Armini dalam bukunya, Tadhakkur fiha Akhbar min al-Kana'is wa al-Adyar min nawahin Mishri wa al-Iqtha'aih (Daftar berita-berita tentang gereja2 dan biara2 di propinsi Mesir dan wilayah wilayah di luarnya). Abu Salih membahas kisah ini dalam deskripsinya tentang Gereja St. Mercurius, yang juga dikenal dengan nama Gereja "Abu As Saifain". Setelah terjadi mukjizat itu, kalifah itu memerintahkan baik pulih dan restorasi gereja tersebut atas biaya pemerintah Islam.Gereja ini sampai hari ini masih bisa kita saksikan di kota lama Kairo dan ada yang menyebut gereja sampah. Cerita ini telah tercatat dalam sejarah bangsa Mesir dan bahkan sampai menceritakan mengapa sampai Kalifa pindah ke padang gurun dan sampai mati melayani Tuhan. Kalifa yang menjadi Stefanus dikuburkan di antara jalan Cairo dan Alexandria yang lokasinya disebut Aldi Allmakrun tetapi ada juga yang mengatakan bahwa tulang belulangnya dipindahkan ke Gereja Gantung / Al-Mu'allaqah (Hanging Curch) di Babylon (sekitar daerah kota Kairo lama) tetapi tidak ada dokumen yang menceritakan dengan jelas Gunung Mokattam adalah bukti sejarah Allah telah meluputkan orang percaya dari pembinasaan, sehingga orang Kristen Mesir yang dikenal sebagai Koptik tetap berdiri sampai saat ini. Bagi Allah tidak ada yang mustahil.Sungguh TUHAN kita dahsyat dan FirmanNya tidak pernah Gagal. Dr kisah ini, jgn kalian kagum pada muhjizat itu tp kagumlah kpd Sang Pembuat Muhjizat itu yaitu TUHAN Yesus, "Allahu akbar (Yesus Mahabesar).Sumber by:http://sumber-hidupituanugerah.blogspot.com/2014/05/kisah-mujizat-iman-di-mesir-yang.htmldanDi kutip dari buku: Iris Habib el-Masri, The Story of the Copts (Kairo: The Middle East Council of Churches, t.t), hlm. 358-360.Terjemahan bahasa Inggris buku ini dikerjakan B.T. Evetts, The Churches andMonasteries of Egypt and Some Neighbouring Countries. Attributed to AbuSalih The Armenian (Oxford: At the Clarendon Press, 1985), hlm. 116-117.

2 komentar:

  1. Shalom bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi oleh Tuhan. Apakah ada diantara bapak, ibu maupun saudara/i yang pernah mendengar tentang Shema Yisrael dan V'ahavta? Kalimat pernyataan keesaan YHWH ( Adonai/ Hashem ) dan perintah untuk mengasihiNya yang dapat kita temukan dalam Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5 yang juga pernah dikutip oleh Yeshua/ ישוע/ Yesus di dalam Injil khususnya dalam Markus 12 : 29 - 31( juga di Matius 22 : 37 - 39 dan Lukas 10 : 27 ), sementara perintah untuk mengasihi sesama manusia dapat kita temukan dalam Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18. Mari kita pelajari cara membacanya satu-persatu seperti yang akan dijabarkan di bawah ini :

    Ulangan/ דברים/ Devarim 6 : 4 - 5, " שְׁמַ֖ע יִשְׂרָאֵ֑ל יְהֹוָ֥ה אֱלֹהֵ֖ינוּ יְהֹוָ֥ה ׀ אֶחָֽד׃. וְאָ֣הַבְתָּ֔ אֵ֖ת יְהֹוָ֣ה אֱלֹהֶ֑יךָ בְּכׇל־לְבָבְךָ֥ וּבְכׇל־נַפְשְׁךָ֖ וּבְכׇל־מְאֹדֶֽךָ׃. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " Shema Yisrael! YHWH [ Adonai ] Eloheinu, YHWH [ Adonai ] ekhad. V'ahavta e YHWH [ Adonai ] Eloheikha bekol levavkha uvkol nafshekha uvkol me'odekha ]

    Imamat/ ויקרא/ Vayikra 19 : 18, " וְאָֽהַבְתָּ֥ לְרֵעֲךָ֖ כָּמ֑וֹךָ. "

    [ Cara membacanya dengan mengikuti aturan tata bahasa Ibrani yang berlaku, " V'ahavta l'reakha kamokha " ]

    Untuk artinya dapat dilihat pada Alkitab LAI.

    Diucapkan juga kalimat berkat seperti ini setelah diucapkannya Shema

    " . בָּרוּךְ שֵׁם כְּבוֹד מַלְכוּתוֹ לְעוֹלָם וָעֶד. "
    ( Barukh Shem kevod malkuto, le'olam va'ed, artinya Diberkatilah Nama yang mulia, KerajaanNya untuk selamanya )
    🕎✡️🐟🤚🏻👁️📜✍🏼🕯️❤️🤴🏻👑🗝️🛡️🗡️🏹⚖️⚓🕍✝️🗺️🌫️☀️🌒⚡🌈🌌🔥💧🌊🌬️❄️🌱🌾🍇🍎🍏🌹🍷🥛🍯🦁🦅🐂🐏🐑🐎🦌🐪🕊️🐍₪🇮🇱

    BalasHapus